Padangsidimpuan, 13 Maret 2025 – Wilayah Padangsidimpuan dan Tapanuli Selatan dilanda banjir pada Kamis malam, 13 Maret 2025, setelah hujan dengan intensitas tinggi dan terus-menerus mengguyur daerah tersebut sejak Rabu, 12 Maret 2025. Banjir terjadi di beberapa titik di Kota Padangsidimpuan dan Kabupaten Tapanuli Selatan pada pukul 22.00 WIB, menyebabkan kekacauan dan kerusakan yang meluas.
Penyebab Banjir di Padangsidimpuan dan Tapanuli Selatan
Curah hujan yang sangat tinggi menjadi faktor utama terjadinya bencana ini. Hujan lebat yang berlangsung selama lebih dari 24 jam menyebabkan sungai-sungai di wilayah tersebut meluap, terutama di sungai-sungai besar seperti Aek Sibontar, Aek Sipogas, Aek Batang Ayumi, dan Sungai Batang Angkola. Akibatnya, air meluap ke permukiman warga dan jalan-jalan utama di kawasan tersebut, menenggelamkan berbagai area dan menyebabkan kerusakan yang meluas.
Kejadian Banjir Serupa di Masa Lalu
Bencana banjir kali ini mirip dengan kejadian serupa yang terjadi pada tahun 2016. Oleh karena itu, kejadian ini diperkirakan sebagai banjir 10 tahunan. Curah hujan yang luar biasa dalam periode yang panjang menjadi penyebab utama. Dengan demikian, pihak berwenang memperkirakan bahwa, dengan intensitas hujan yang terus meningkat akibat perubahan iklim, bencana serupa berpotensi terjadi lebih sering di masa depan.
Dampak Banjir Padangsidimpuan 2025 pada Infrastruktur
Banjir yang melanda menyebabkan kerusakan signifikan pada berbagai infrastruktur. Rumah-rumah penduduk, rumah ibadah, dan bangunan sekolah yang berada di sekitar bantaran sungai mengalami kerusakan parah. Selain itu, beberapa fasilitas umum, seperti jembatan dan jalan raya, juga terendam air dan mengalami kerusakan berat. Tidak hanya itu, lingkungan sekolah yang berada di sekitar sungai Aek Sibontar dan Aek Sipogas juga terendam, mengganggu kegiatan belajar-mengajar. Di samping itu, beberapa area pertanian juga terdampak, mengakibatkan kerugian besar bagi petani dan warga yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.
Tanggap Darurat dan Upaya Pemulihan Banjir Padangsidimpuan
Pemerintah daerah bersama instansi terkait segera menanggapi bencana ini dengan mengerahkan tim tanggap darurat. Sebagai langkah awal, bantuan berupa makanan, pakaian, dan obat-obatan telah didistribusikan kepada warga yang terdampak. Relawan juga telah dikerahkan untuk membantu membersihkan puing-puing dan melakukan evakuasi warga yang masih terjebak. Selain itu, pemerintah daerah sedang berupaya untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak dan mempersiapkan langkah-langkah pemulihan jangka panjang.
Langkah Pencegahan dan Kesiapsiagaan Menghadapi Banjir Masa Depan
Bencana ini mengingatkan kita akan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam yang lebih sering terjadi akibat perubahan iklim. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan dapat segera melakukan evaluasi terhadap sistem drainase dan infrastruktur yang ada. Di sisi lain, upaya penghijauan di daerah hulu sungai perlu diperkuat untuk mengurangi risiko banjir di masa depan. Masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada dan mengikuti petunjuk dari pihak berwenang terkait potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi.
Lokasi: Padangsidimpuan dan lihat informasi lainnya hanya di SIPENGSUI NEWS